PENANGGULANGAN DEFACE
--> Sebelum bahas tentang penaggulangan deface yuk cus pahami dulu apasih deace itu ??
Deface yang berdasarkan kamus UMUM
berarti merusakkan; mencemarkan; menggoresi; menghapuskan tetapi arti
kata deface disini yang sangat lekat adalah sebagai salah satu kegiatan
merubah tampilan suatu website baik halaman utama atau index filenya
ataupun halaman lain yang masih terkait dalam satu url dengan website
tersebut (bisa di folder atau di file).
Deface adalah teknik mengganti atau
menyisipkan file pada server, teknik ini dapat dilakukan karena terdapat
lubang pada sistem security yang ada di dalam sebuah aplikasi. Hal ini
bertujuan untuk melakukan perubahan tampilan pada website korban dengan
tampilan yang dimiliki oleh si defacer. Deface merupakan sebuah serangan
yang dilakukan untuk mengganti visual dari sebuah website. Para hacker
biasanya meninggalkan pesan dan nickname mereka agar hasil kerjanya diketahui oleh khalayak hacker.
--> Jenis-Jenis pen-Deface dibagi menjadi dua jenis berdasarkan dampak pada halaman situs yang terkena serangan terkait.
a. Full of page
Artinya mendeface satu halaman penuh
tampilan depan alias file index atau file lainnya yang akan diubah
secara utuh, artinya untuk melakukan ini biasanya seorang ‘defacer’
umumnya harus berhubungan secara ‘langsung’ dengan box (mesin) atau
usaha mendapatkan priveleged terhadap mesin, baik itu root account atau
sebagainya yang memungkinkan defacer dapat secara Interaktif
mengendalikan file indek dan lainnya secara utuh. Umumnya dengan
memanfaatkan kelemahan kelemahan pada services-services yang berjalan di
mesin, sehingga dapat melakukan pengaksesan ke mesin.
b. Sebagian atau hanya menambahi
Artinya, defacer mendeface suatu situs
tidak secara penuh, bisa hanya dengan menampilkan beberapa kata, gambar
atau penambahan script-script yang mengganggu, hal ini umumnya hanya
akan memperlihatkan tampilan file yang di deface menjadi kacau dan
umumnya cukup mengganggu, defacer biasanya mencari celah baik dari
kelemahan scripting yang digunakan dengan XSS injection, bisa dengan SQL
atau database injection dan juga beberapa vulnerabilities yang
seringkali ditemukan pada situs-situs yang dibangun dengan menggunakan
CMS (Content Manajemen System).
--> Penyebab terjadinya Deface adalah sebagai berikut...
- Penggunaan free CMS dan open source tanpa adanya modification. Keseluruhan konfigurasi menggunanakan default konfigurasi, akan memudahkan para defacer untuk menemukan informasi file, directory, source, database, user, connection, dsb. Bagi para blogger apalagi yang masih newbie melakukan modifikasi konfigurasi engine blog bukanlah merupakan hal yang mudah. Namun tak ada salahnya kita meluangkan waktu mencari berbagai pedoman dan mungkin bisa juga dengan melakukan instalasi plugin untuk keamanan wordpress seperti wp firewall, login lock down, stealth login, dan plugin lainnya untuk keamanan blog.
- Tidak updatenya source atau tidak menggunakan versi terakhir dari CMS. Hal ini sangat ini rentan, karena security issue terus berkembang seiring masuknya laporan dan bugtrack terhadap source, kebanyakan hal inilah yang menjadi sebab website mudah dideface. Oleh karena hal itu diputuskan untuk melakukan upgrade pada blog.
- Tidak adanya research yang mendalam dan detail mengenai CMS sebelum digunakan & diimplementasikan. Sehingga pemahaman dan pengetahuan dari webmaster hanya dari sisi administrasinya saja, tidak sampai ke level pemahaman sourcecode.
- Tidak adanya audit trail atau log yang memberikan informasi lengkap mengenai penambahan, pengurangan, perubahan, yang terjadi di website baik source, file, directory, dsb. Sehingga kesulitan untuk menemukan, memperbaiki dan menghapus backdoor yang sudah masuk di website.
- Jarang melakukan pengecekan terhadap security update, jarang mengunjungi dan mengikuti perkembangan yang ada di situs-situs security jagad maya. Sehingga website sudah keduluan di deface oleh sebelum dilakukan update dan patch oleh webmaster.
- Kurangnya security awareness dari masing-masing personel webmaster & administrator. Sehingga kewaspadaan terhadap celah-celah keamanan cukup minim, kadangkala setelah website terinstall dibiarkan begitu saja. Kurangnya training dan kesadaraan akan keamanan website seperti ini akan menjadikan website layaknya sebuah istana yang tak punya benteng.
- Situs presiden SBY (http://www.presidensby.info)
http://inet.detik.com/read/2013/01/31/135610/2157633/398/menyoal-kasus-hacking-situs-presiden-sby
Nah setelah baca intermezzo sedikit *hellooooo sedikit dari hongkong ? wkwk * yuk kita lanjut
Cara Mengatasi & Menanggulangi Deface :
1. Cara mengatasi website/blog yang terkena deface
- Download source & database yang ada diwebsite untuk backup. Hal ini berjaga-jaga apabila langkah yang kita lakukan gagal, tetapi apabila konfigurasi & lengkap dijamin 100% berhasil, terkecuali ada sesuatu yang terlewatkan.
- Download source CMS versi terbaru dari website penyedia CMS, misalkan : www.drupal.org,www.joomla.org, www.wordpress.org, dsb.
- Lakukanlah perbaikan database secara lokal, berjaga-jaga apabila backdoor ada di database. Biasanya didalam database ada acces user tidak dikenal yang akses levelnya sama dengan Administrator.
- Install CMS yang tadi sudah didownload diweb hosting. Kemudian lakukanlah konfigurasi : database, file permission, directory permission. Jangan menggunakan default configuration, modifikasilah konfigurasi-konfigurasi yang ada agar lebih powerfull.
- Kemudian instalasi component: Themes, Plugin, Component, dsb. Gunakanlah yang paling update, atau source baru dari komponen yang akan diinstall(Fresh Install Component).
- Kemudian update database, dengan login ke Database Control Panel(phpmyadmin, DB Admin, cPanel Database, dsb). Setelah melakukan login, maka importlah database.
- Gantilah username Administrator & Password menggunakan nama yang lebih Unik, jangan menggunakan user (admin, administrator, adm1n, dsb) gunakanlah yang lebih powerfull dan susah untuk ditebak untuk menghindari bruteforce, gunakanlah alias untuk menampilkan username administrator di web content.
- Penggunaan Firewall. Tujuan utama dari firewall adalah untuk menjaga agar akses dari orang tidak berwenang tidak dapat dilakukan. Program ini merupakan perangkat yang diletakkan antara internet dengan jaringan internal. Informasi yang keluar dan masuk harus melalui atau melewati firewall. Firewall bekerja dengan mengamati paker Intenet Protocol (IP) yang melewatinya
- Wajib untuk mengikuti perkembangan source dari source website yang digunakan, backuplah website dan database sebelum dilakukan update.
- Kebanyakan defacer telah memasang backdoor ketika telah berhasil melakukan deface website, hal ini dimungkinkan agar dapat melakukan deface ulang terhadap website. Wajib untuk memeriksa perubahan folder, file, database dan source terakhir dari website.
- Pelajarilah lebih dalam mengenai dasar-dasar hacking dan antisipasinya, contoh hacking yaitu SQL Injection.
- Sering-seringlah berdiskusi si forum dan milist yang berkaitan dengan perangkat serta aplikasi yang mensupport website, baik dari sisi operating system, tempat hosting, bugtrack milist, developer milist, dsb.
- Hardening website dan source wajib dilakukan, misalkan jangan menggunakan ”default configuration”, aturlah sedemikian rupa ”configuration website” dengan memperhatikan: permission, acces level, indexiding, database configuration, password dan user management.
- Gunakanlah tambahan plugin / component yang tepat, sehingga dapat meminimalisasi terjadinya kegiatan defacing dari thirdparty. Pastikan hasil review & ranking plugin bereputasi baik dan sudah diverified oleh penyedia CMS yang bersangkutan.
- Lakukanlah penetration testing terhadap website, baik secara lokal maupun langsung di website. Banyak tools penetration testing yang bisa digunakan: Nexus, Acunetix, dsb
sumber : google dengan improvisasi.. haha
dikerjakan untuk memenuhi tugas UAS Individu Semester 6 di STT PELITA BANGSA CIKARANG
Nama : Fitria Ayu Windari
Nama : Fitria Ayu Windari
NIM : 311410503
Kelas : 13.TI.E.3
Dosen / Matakuliah : Ahmad Turmuzi S.Kom, M.Kom/ Keamana Teknologi Informasi
Kelas : 13.TI.E.3
Dosen / Matakuliah : Ahmad Turmuzi S.Kom, M.Kom/ Keamana Teknologi Informasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar